marko3

Pramuka Surabaya Diajak Berani Tolak Narkoba, Wani Lapor, Wani Rehab!

Warta

SURABAYA – Gerakan Pramuka menjadi salah satu benteng penting dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba dan kenakalan remaja. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya pada 13–14 Oktober 2026, dengan melibatkan Pramuka Penegak serta pelajar SMA dan SMK.

Memasuki hari kedua, Rabu (14/10/2026), kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 15.30 WIB. Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta dan dinamika kelompok, dilanjutkan penyampaian materi, diskusi interaktif, hingga penutupan. Suasana kegiatan semakin hidup ketika peserta mulai berani menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan.

Materi pertama tentang pengenalan dan dampak bahaya narkoba disampaikan Choirudin, S.E., Penyuluh BNN Kota Surabaya. Peserta diajak memahami ancaman penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan, kehidupan sosial, pendidikan, serta masa depan generasi muda. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan pergaulan.

narko1
Peserta aktif baik bertanya maupun memberikan jawaban dan sanggahan yang disampaikan antar mereka. (Foto : Maspan)

Selanjutnya, Saiful Huda, M.H., memaparkan tinjauan hukum terkait penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai konsekuensi hukum yang dapat timbul akibat penyalahgunaan narkoba, sekaligus pentingnya membangun kesadaran hukum sejak usia sekolah

Pembahasan semakin menarik saat memasuki sesi talk show interaktif bertema Peran Pelajar dalam Menciptakan Lingkungan yang Bersih dari Narkoba. Selain Saiful Huda, kegiatan tersebut menghadirkan Muhammad Umar, S.H., praktisi hukum di Surabaya. Diskusi dipandu Ika Nur Widayati, SST, yang akrab disapa Kak Ica, dengan pendekatan komunikatif dan bahasa yang dekat dengan kehidupan remaja.

Peserta hari kedua terlihat lebih percaya diri. Gideon dari SMK IP dan Nova dari SMA Kartika termasuk peserta yang berani maju untuk menyampaikan pendapat, bertanya, bahkan menjawab pertanyaan dari teman-temannya. Interaksi tersebut membuat suasana talk show lebih dinamis dan mendorong peserta terlibat aktif dalam pembahasan.

marko3
Kak Siti Mariyam Ketua Kwarcab Surabaya terpilih saat dialog dengan peserta penyuluhan anti narkoba dan kenakalan remaja. (Foto : Sugeng/Kwarcab)

Kak Ica, yang juga merupakan asisten konselor adiksi terampil rehabilitasi, mampu mencairkan suasana dengan penyampaian yang familier bagi kalangan pelajar. Melalui dialog terbuka, peserta diajak memahami bahwa pencegahan narkoba tidak cukup hanya dengan mengetahui bahayanya, tetapi juga membutuhkan keberanian mengambil sikap ketika menghadapi ajakan atau tekanan dari lingkungan pergaulan.

Dalam simpulan diskusi, Kak Ica menegaskan bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba membutuhkan kesadaran, kepedulian, dan kerja sama seluruh warga sekolah. Pelajar dan anggota Pramuka perlu membekali diri dengan pengetahuan, berani menolak ajakan menyalahgunakan narkoba, memilih pergaulan sehat, serta mengajak teman mengikuti kegiatan positif di sekolah maupun Gerakan Pramuka.

Ia juga mengingatkan pentingnya keberanian melaporkan kekhawatiran terkait narkoba kepada guru, pembina, orang tua, atau pihak berwenang yang tepat. Menurutnya, menolak narkoba bukan berarti tidak setia kawan. Sebaliknya, kepedulian terhadap teman justru diwujudkan dengan saling menjaga agar tidak terjerumus dalam perilaku yang merusak masa depan. “Wani Tolak, Wani Lapor, Wani Rehab,” tegas Kak Ica sebagai pesan utama bagi para peserta.

narko4
Para nara sumber dan presenter talk show foto bersama sebagian peserta seusai dialog interaktif tentang penyuluhan narkoba dan kenakalan remaja. (Foto : Kak Ica)

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari BNN Kota Surabaya. Pada hari pertama, Selasa (13/10/2026), materi disampaikan Rafli Ali, S.Kom., Penyuluh Ahli Pertama BNN Kota Surabaya. Sementara itu, pada hari kedua, Choirudin, S.E., melanjutkan edukasi mengenai bahaya narkoba. Keterlibatan BNN diharapkan memperkuat pemahaman peserta sekaligus mendorong kepedulian bersama terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan ditutup langsung oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya terpilih, Hj. Siti Mariyam, S.H. Dalam pesannya, Kak Mariyam mengingatkan para peserta agar tidak mudah tertipu oleh kenikmatan sesaat yang ditawarkan narkoba. Menurutnya, pilihan yang tampak menyenangkan pada awalnya dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan, pendidikan, hubungan sosial, dan masa depan.

Kak Mariyam juga mengajak generasi muda memperbanyak aktivitas positif, salah satunya melalui kegiatan kepramukaan. Selain menjadi sarana menjauhkan diri dari pengaruh negatif, Pramuka memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan berkarya sebagai bekal menghadapi masa depan.

narko2
Kak Siti Mariyam dan panitia penyuluhan foto bersama secara bergantian dengan peserta setelah penutupan acara. (Foto : Sugeng/Kwarcab)

Melalui penyuluhan selama dua hari ini, Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya berharap para peserta tidak berhenti pada pemahaman tentang bahaya narkoba, tetapi mampu menjadi pelopor lingkungan sekolah yang sehat dan bebas narkoba. Keberanian menolak, kepedulian melapor, serta kesediaan mencari bantuan melalui jalur yang tepat menjadi langkah nyata untuk melindungi diri, teman, dan masa depan generasi muda Surabaya.(MASPAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *