paut2

Cetak 300 Guru PAUD/TK, Bimtek Prasiaga Kwarcab Surabaya Dorong Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

Warta

SURABAYA – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Prasiaga bagi 300 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 27–30 Oktober 2026, ini bertujuan memperkuat pemahaman dan keterampilan guru dalam mengenalkan pendidikan kepramukaan sejak usia dini.

Bimtek dibuka oleh Kak Mulyono selaku Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Kapusdiklatcab) Surabaya. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peserta memahami materi yang disampaikan oleh para narasumber dan menerapkannya di sekolah masing-masing.

Menurutnya, Bimtek Prasiaga tidak cukup hanya menjadi kegiatan untuk menambah pengetahuan, tetapi harus memberikan dampak nyata dalam proses pembelajaran. Para guru diharapkan mampu mengembangkan kegiatan yang menyenangkan, edukatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini.

paud2
Kak Mulyono Kapusdiklatcab Surabaya saat membuka acara Bimtek Pra Siaga Kwarcab Surabaya yang diikuti para guru Paud dan TK se Surabaya. (Foto : Dianan)

Sebanyak 300 peserta dibagi berdasarkan wilayah untuk mengikuti kegiatan selama empat hari. Pembagian tersebut meliputi Surabaya Selatan pada hari pertama, Surabaya Timur pada hari kedua, Surabaya Barat pada hari ketiga, serta Surabaya Pusat dan Surabaya Utara pada hari keempat. Kegiatan dilaksanakan di lokasi yang telah ditentukan panitia sesuai pembagian wilayah.

Dalam rundown kegiatan, peserta mengikuti registrasi mulai pukul 07.00 WIB, dilanjutkan upacara pembukaan pukul 08.00 WIB. Setelah itu, peserta menerima materi Prasiaga pada pukul 08.30–10.00 WIB. Pada hari pertama, materi tersebut disampaikan oleh Prof. Suyatno, sedangkan pada hari kedua hingga keempat disampaikan oleh Kak Anis.

Materi berikutnya adalah Syarat Kecakapan Umum (SKU) Prasiaga yang dijadwalkan pukul 10.00–11.30 WIB dengan narasumber Kak Jos Jev Iryanto. Materi ini menjadi bagian dari pembekalan bagi guru untuk memahami pengenalan kecakapan Prasiaga yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini.

Setelah istirahat, salat, dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan sesi implementasi pada pukul 12.30–14.30 WIB. Sesi ini dipandu Kak Jos bersama Kak Fitri untuk memberikan penguatan penerapan materi dalam kegiatan pembelajaran Prasiaga di satuan PAUD/TK.

paut2
Peserta Bimtek Pra Siaga yang terdiri dari guru Paud/TK cukup antusias dalam mengikuti materi yang diberikan nara sumber. (Foto : Dianan)

Rangkaian kegiatan ditutup dengan upacara penutupan pukul 14.30–15.00 WIB yang dikoordinasikan petugas dari masing-masing wilayah. Setelah itu, kegiatan diakhiri dengan sesi perpisahan atau sayonara.

Melalui materi Prasiaga, SKU Prasiaga, dan implementasi, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai pengenalan pendidikan kepramukaan bagi anak usia dini. Metode pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai usia menjadi bagian penting agar nilai-nilai positif dapat dikenalkan secara bertahap.

Pendidikan Prasiaga diharapkan dapat menjadi sarana untuk menanamkan kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepedulian, serta kemampuan bekerja sama. Nilai-nilai tersebut dapat dikembangkan melalui permainan edukatif, pembiasaan, kegiatan kelompok, dan pengalaman langsung yang dekat dengan kehidupan anak sehari-hari.

paut1
Kak Siti Mariyam Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Surabaya (terpilih) saat memberikan pengarahan pada peserta Bimtek Pra Siaga. (Foto : Diana)

Keterlibatan guru PAUD/TK dalam Bimtek ini menjadi langkah strategis karena guru berperan langsung dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu mengembangkan kegiatan Prasiaga secara kreatif dan berkelanjutan di sekolah masing-masing.

Melalui penyelenggaraan Bimtek Prasiaga ini, Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya berharap semakin banyak pendidik yang siap mengenalkan nilai-nilai kepramukaan sejak dini. Penerapan yang konsisten di lingkungan sekolah diharapkan turut membentuk generasi yang berkarakter, mandiri, peduli, dan mampu berinteraksi positif dengan lingkungannya. (Diana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *