SURABAYA – Kreativitas, kekompakan, dan keberanian tampil menjadi modal utama dalam kompetisi antar Gudep atau sekolah dasar yang digelar Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Rungkut, Surabaya. Melalui lomba fashion show daur ulang serta yel-yel dan perkusi, para pelajar menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam rangkaian JOTA-JOTI 2026 dan gebyar peringatan Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, Hari Guru Nasional, serta Hari Kebudayaan Nasional, 16–18 Oktober 2026.
Persaingan berlangsung menarik. Para peserta tidak hanya dituntut tampil percaya diri di hadapan dewan juri, tetapi juga mampu mengolah kreativitas, membangun kerja sama, dan menyajikan penampilan yang menarik. Kedua lomba tersebut menjadi bagian penting dari upaya memberikan ruang ekspresi bagi peserta didik melalui kegiatan pendidikan yang menyenangkan.
Pada kategori fashion show daur ulang, SDN Penjaringan Sari 2 berhasil meraih Juara I dengan nilai 741. SDN Rungkut Kidul I/267 menyusul di posisi Juara II dengan nilai 737, sedangkan SD Islam Wachid Hasyim menempati Juara III dengan nilai 735. Hasil ini memperlihatkan ketatnya persaingan antarsekolah dalam menampilkan busana kreatif berbahan daur ulang.

Penghargaan berikutnya diberikan kepada SD Yamassa yang meraih Harapan I dengan nilai 725, SD Juara sebagai Harapan II dengan nilai 723, serta SDN Kedung Baruk I/275 yang memperoleh Harapan III dengan nilai 721. Seluruh peserta menunjukkan upaya kreatif dalam mengolah bahan bekas menjadi karya yang memiliki nilai estetika sekaligus mengandung pesan kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, kategori yel-yel dan perkusi menghadirkan persaingan yang tak kalah seru. SD Juara tampil sebagai pemenang pertama dengan nilai 650. Posisi Juara II diraih SD Negeri Kendangsari IV dengan nilai 622, sedangkan SDN Rungkut Kidul I/267 menempati peringkat ketiga dengan nilai 616. Penampilan peserta dinilai berdasarkan kemampuan membangun semangat, kekompakan, kreativitas, dan penyajian pertunjukan.
Untuk kategori harapan, SD Islam Wachid Hasyim meraih Harapan I dengan nilai 608. SDN Medokan Ayu 1/270 memperoleh Harapan II dengan nilai 601, sementara SD Nurul Faizah mendapatkan Harapan III dengan nilai 599. Deretan prestasi tersebut menjadi bukti antusiasme sekolah dalam mendorong peserta didik mengembangkan bakat melalui kompetisi yang positif.

Ajang perlombaan ini tidak sekadar mengejar kemenangan. Fashion show daur ulang mengajak anak-anak memahami bahwa bahan yang dianggap tidak terpakai masih dapat diolah menjadi sesuatu yang menarik. Adapun lomba yel-yel dan perkusi melatih keberanian, kedisiplinan, koordinasi, serta kemampuan bekerja dalam tim. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pendidikan karakter yang dikembangkan melalui Gerakan Pramuka.
Ketua Kwarran Rungkut, Imam Bahrozi, mengatakan JOTA-JOTI yang diselenggarakan tahun ini merupakan pelaksanaan ketiga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi anggota Pramuka sekaligus sarana menghadirkan aktivitas kebersamaan yang edukatif dan menyenangkan. Menurutnya, rangkaian acara dirancang agar peserta memperoleh pengalaman yang beragam, tidak hanya melalui kegiatan kepramukaan, tetapi juga seni dan kreativitas.
Ketua Harian Kwarran Rungkut, Zaenal Mahmudi, menjelaskan bahwa kegiatan dikembangkan melalui kolaborasi dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Surabaya serta sejumlah pihak lainnya. Selain lomba antarsekolah, peserta mendapatkan kesempatan mengenal komunikasi radio amatir dan internet sebagai bagian dari pelaksanaan Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On The Internet (JOTI).

Antusiasme kegiatan terlihat dari jumlah peserta JOTA-JOTI yang mencapai 1.249 orang. Andalan Siaga Putri Kwarran Rungkut, Lila, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menyasar Pramuka Penegak dan Pandega, tetapi juga melibatkan anggota Penggalang dan Siaga melalui pengenalan serta sosialisasi yang disesuaikan dengan kelompok usia mereka.
Dalam sambutan pembukaan, Agnes Warsiati ketua PGRI kota Surabaya mengapresiasi sinergi berbagai unsur pendidikan dan kepramukaan. Kolaborasi antara PGRI Cabang Rungkut, Kwarran Rungkut, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Rungkut, dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Rungkut serta DPD Matra Surabaya dinilai menjadi contoh positif dalam menyelenggarakan kegiatan bersama. Kepanitiaan dan partisipasi pun terbuka luas, melibatkan peserta dari berbagai wilayah di Surabaya bahkan ada peserta dari Bangkalan.
Rangkaian kegiatan berlangsung di kawasan Lapangan Rungkut Asri RW VII, Kelurahan Rungkut Kidul, Surabaya, pada 16–18 Oktober 2026. Pada Sabtu, 17 Oktober, agenda juga dimeriahkan senam kebersamaan, penampilan Reog Bathoro Katong, serta kampanye pilah sampah. Kehadiran stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

Perpaduan kompetisi, pendidikan, budaya, dan kepedulian lingkungan menjadikan gebyar Kwarran Rungkut sebagai ruang pembelajaran yang lebih luas bagi generasi muda. Kegiatan ini sekaligus memperkuat hubungan antara sekolah, organisasi kepramukaan, masyarakat, dan mitra penyelenggara dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Prestasi yang diraih para pemenang diharapkan menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan meningkatkan kemampuan. Bagi peserta lainnya, pengalaman berkompetisi merupakan bekal berharga untuk memperbaiki penampilan dan mengembangkan potensi. Melalui fashion show daur ulang serta yel-yel dan perkusi, Kwarran Rungkut menegaskan bahwa kreativitas, kerja sama, dan kepedulian dapat tumbuh melalui kegiatan yang menggembirakan sekaligus mendidik. (K-Thejo)
