SURABAYA – Sebanyak 25 Pramuka Penggalang dari Gerakan Pramuka Gugus Depan Lamongan 27.071–27.072 pangkalan MTs Miftahul Ulum Dusun Timbuan, Desa Tambakmenjangan, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan resmi dilantik menjadi Penggalang Terap dalam sebuah upacara khidmat di Tugu Pahlawan Surabaha, Minggu (5/4/2026).
Pelantikan yang diikuti 14 peserta putra dan 11 peserta putri tersebut menjadi momen istimewa karena dikemas dalam kegiatan darma wisata sejarah, sekaligus mengenalkan transportasi kereta api kepada para peserta.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak Sabtu (4/4/2026) dengan berbagai pembekalan kepramukaan di pangkalan MTs Miftahul Ulum. Acara dibuka pukul 08.00 oleh Kamabigus Kak Syafawi, dilanjutkan dengan sesi istirahat dan materi Ke-Pramukaan yang disampaikan Kak Rian. Materi KeIndonesiaan kemudian diberikan oleh Kak Ahmad Kharozim.

Setelah istirahat, salat, dan makan siang (ISHOMA), peserta mendapatkan materi Ke-Penggalangan (Terap) dari Kak Nia Ifatul Mufidah. Kegiatan hari pertama ditutup dengan pemantapan Syarat Kecakapan Umum (SKU) serta gladi upacara pelantikan.
Memasuki hari kedua, Minggu (5/4/2026), para peserta berkumpul sejak pukul 06.00 di Stasiun Duduk Sampetan Gresik untuk memulai perjalanan menuju Surabaya menggunakan kereta api. Setibanya di lokasi, peserta melakukan persiapan pelantikan sebelum upacara pelantikan Penggalang Terap dilaksanakan pukul 09.00 di kawasan Tugu Pahlawan Surabaya.
Upacara pelantikan dipimpin Ulin Nuha sebagai. Sementara petugas lainnya adalah Davi sebagai pembawa bendera, Alvis sebagai pembawa teks pelantikan, Aurel pembaca Pancasila, Zahrutun Nisak pembaca Dasa Dharma, serta Sifa Aprilia yang memimpin doa.
Dalam amanatnya, Kamabigus Kak Syafawi menegaskan bahwa pelantikan Penggalang Terap bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi tanggung jawab moral bagi setiap anggota Pramuka.
“Setelah dilantik sebagai Penggalang Terap, kalian harus mampu menjadi teladan dan mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi generasi yang berkarakter bagi masa depan bangsa,” pesannya.

Sementara itu, pembina putri Kak Nia Ifatul Mufidah menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dikemas dalam bentuk darma wisata untuk memperluas wawasan peserta.
“Selain pelantikan, kegiatan ini juga menjadi sarana mengenalkan sejarah perjuangan para pahlawan serta memberikan pengalaman menggunakan transportasi kereta api dari stasiun Duduk Sampean Gresik menuju Surabaya hingga kembali melalui Stasiun Pasar Turi,” ujarnya.
Usai pelantikan, para peserta mengikuti kegiatan darma wisata sejarah di Museum Sepuluh Nopember untuk mengenal lebih dekat perjuangan para pahlawan bangsa. Kegiatan dilanjutkan dengan waktu bebas untuk berbelanja sebelum rombongan kembali berkumpul di Stasiun Pasar Turi pada pukul 18.00.
Turut mendampingi kegiatan tersebut Kamabigus Kak Syafawi, pembina putra Kak Ahmad Kharozim, pembina putri Kak Nia Ifatul Mufidah, serta Kak Evan Kristanto dan Kak M. Yusuf.
Melalui kegiatan ini, para Penggalang tidak hanya mendapatkan pengukuhan tingkat kecakapan, tetapi juga pengalaman belajar langsung tentang sejarah perjuangan bangsa dan nilai-nilai kepahlawanan yang diharapkan mampu menumbuhkan karakter disiplin, mandiri, dan cinta tanah air. (KTJ)
