SURABAYA — Gerakan Pramuka Gugus Depan SMPN 25 Surabaya menggelar kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) Calon Pramuka Garuda pada Jumat-Sabtu, 8–9 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti sebanyak 75 anggota Pramuka Penggalang calon Pramuka Garuda ini berlangsung di lingkungan Gugus Depan SMPN 25 Surabaya dengan penuh semangat dan antusiasme peserta.
Perjusa ini menjadi bagian dari proses pembinaan menuju tingkatan tertinggi dalam Pramuka Penggalang, yakni Pramuka Garuda. Tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis kepramukaan, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, serta kecakapan hidup peserta.
Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan selama perkemahan, mulai dari upacara pembukaan oleh Kamabigus, uji portofolio dan wawancara pencapaian SKU dan SKK, giat teknik kepramukaan, uji ketangkasan lapangan, hingga simulasi bakti masyarakat. Pada malam hari, peserta mengikuti malam keakraban dan renungan jiwa sebagai sarana penguatan spiritual dan emosional.

Dalam kegiatan ini, peserta juga mendapatkan pendampingan dari sejumlah tokoh dan narasumber, di antaranya Satrio Budiyanto selaku Waka Pusdatin Kwarcab Surabaya serta Kak Mochamad Agung Pamujo, S.Sos atau yang akrab disapa Tjak Oedjo dari HPOI Indonesia (Himpunan Pemandu Outbound Indonesia).
Agenda yang menarik kolaborasi bersama HPOI Indonesia yang menghadirkan standar pengujian kecakapan hidup berbasis profesional pemandu outbound. Selain itu, seluruh peserta diwajibkan menunjukkan portofolio pengabdian masyarakat yang telah mereka lakukan di lingkungan tempat tinggal masing-masing sebagai bentuk implementasi nyata nilai-nilai kepramukaan.
Kamabigus SMPN 25 Surabaya, Drs. Husaini Effendi, menegaskan bahwa proses menuju Pramuka Garuda merupakan tahapan penting dalam pembentukan karakter generasi muda. “Proses pencapaian Pramuka Garuda mampu mempertajam pencapaian karakter mulia generasi muda. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan memberi bekal kecakapan hidup yang nyata bagi para generasi muda di masa datang agar siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Wakasek Kesiswaan SMPN 25 Surabaya, Lilik Martini, S.Pd., berharap seluruh peserta mampu istiqamah menjalani proses pembinaan hingga mencapai Pramuka Garuda.
“Diharapkan anak-anak tidak lelah dalam menempuh rangkaian panjang proses menuju Pramuka Garuda. Harapan besarnya, ilmu yang didapat tidak berhenti di perkemahan ini, tetapi mampu diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari sebagai teladan bagi siswa lainnya,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, SMPN 25 Surabaya berharap mampu melahirkan generasi muda yang tangguh, disiplin, mandiri, serta memiliki kepedulian sosial tinggi sesuai nilai Satya dan Darma Pramuka. (Ayu/SMPN25)

