SURABAYA — Semangat dan tekad kuat terpancar dari ratusan Pramuka Penggalang saat mengikuti kegiatan Uji Kelayakan dan Pengukuhan Pramuka Garuda di pangkalan MTsN 2 Kota Surabaya, Kamis (23/4/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menjadi momentum penting bagi 174 peserta untuk meraih tingkatan tertinggi dalam kepramukaan, yakni Pramuka Garuda, serta siap mendukung program pemecahan rekor MURI yang digelar Kwarcab Surabaya, 6 Juni 2026 mendatang.
Sebanyak 44 peserta putra dan 130 peserta putri mengikuti rangkaian uji yang tidak hanya mengukur kemampuan teknis, tetapi juga karakter, kreativitas, serta kepemimpinan. Kegiatan ini diselenggarakan Gugus Depan MTsN 2 Kota Surabaya dengan menghadirkan tim pelatih dan penilai dari Kwartir Cabang Surabaya.
Acara diawali dengan penyambutan meriah melalui jajar kehormatan baris-berbaris, dilanjutkan penampilan Tari Remo yang memukau. Keunikan semakin terasa saat seluruh rangkaian acara dipandu menggunakan bahasa Arab, menjadi bukti nyata penguasaan bahasa internasional para peserta.

Dalam sambutannya, Kepala MTsN 2 Surabaya sekaligus Kamabigus, Arif Mustofa, S.Ag., M.Pd., menekankan pentingnya proses dalam perjalanan seorang Pramuka. “Lanjutkan kebiasaan baik adek-adek. Jadikan setiap waktu dan proses adalah sejarah indah kalian nantinya. Melalui pramuka mari bergerak dan memberi dampak,” pesannya penuh motivasi.
Uji kelayakan dilaksanakan secara komprehensif berdasarkan indikator Kwarcab, meliputi evaluasi SKU Terap, pencapaian TKK, pameran enam jenis hasta karya, kemampuan penggunaan komputer, penguasaan bahasa internasional, penampilan seni, hingga presentasi peran peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Para peserta menunjukkan performa terbaik dalam sesi tanya jawab dan presentasi di hadapan para pelatih konsultan, di antaranya Kak Mulyono, M.Pd., Kak Rudi Wira Susanto, S.H., Kak Mito, M.Pd., Kak Eka Darma, S.H., serta Kak Mukhmat Musafa, S.Pd. sebagai anggota tim penilai.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat, kegiatan ditutup dengan rapat pleno kelulusan dan prosesi pengukuhan Pramuka Garuda yang berlangsung khidmat, diakhiri dengan doa bersama. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga pembuktian bahwa generasi muda mampu berkembang menjadi pribadi unggul. Para Pramuka Garuda yang telah dikukuhkan diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Ke depan, mereka akan didorong untuk terjun langsung dalam kegiatan pengabdian masyarakat serta pengembangan soft skill secara berkelanjutan. Hal ini sebagai langkah nyata dalam menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berdampak.
Dengan semangat Pramuka Garuda, para peserta telah menorehkan sejarah baru dalam perjalanan hidup mereka, sebuah langkah awal menuju masa depan gemilang. (AncuMas)

