SURABAYA – Indonesia Scout Collectors Society (ISCS) memperingati hari ulang tahunnya yang ke-2 dengan menggelar seminar dan pameran memorabilia kepanduan di B-P House Indonesia, Aula Lantai 3 Gedung A Kampus Adibuana Ngagel Surabaya, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan bertema “Developing New Generation” itu berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB dan diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut anggota ISCS, purna Jambore tahun 1973 dan 1991, perwakilan Kwarcab Surabaya, Kwarcab Sidoarjo, serta peserta Jambore Nasional XII Tahun 2026 dari kontingen Surabaya dan Sidoarjo.

Ketua Umum ISCS, Djoko Adi Waluyo, mengatakan organisasi tersebut dibentuk untuk menyelamatkan berbagai memorabilia kepanduan yang berpotensi hilang maupun terlupakan.
Menurutnya, benda-benda koleksi kepanduan memiliki nilai sejarah penting yang harus dijaga sebagai bagian dari perjalanan bangsa dan gerakan kepanduan di Indonesia.
“Mengoleksi bukan sekadar hobi, tetapi bagian dari upaya menjaga aset sejarah bangsa,” ujar Kak Djoko. Ia menegaskan, ISCS ingin menumbuhkan semangat koleksi di kalangan generasi muda agar sejarah kepanduan Indonesia tetap terdokumentasi dengan baik.

“Kami ingin menularkan ‘racun positif’ kepada adik-adik agar memiliki jiwa koleksi. Tanpa upaya menyelamatkan memorabilia ini, kita bisa kehilangan jejak sejarah kepanduan dan kepeloporan di Indonesia,” katanya.
Acara tersebut juga menjadi ajang edukasi bagi peserta Jambore Nasional XII Tahun 2026. Sebanyak 20 peserta terpilih dari kontingen Surabaya dan Sidoarjo, masing-masing 10 peserta, diundang mengikuti seminar dan pameran Pandu Tionghoa.
Pendamping Jamnas putri Kwarcab Surabaya, Kak Ocha, mengatakan keterlibatan kontingen Surabaya merupakan bentuk dukungan dalam menyemarakkan Jambore Nasional XII Tahun 2026 sekaligus perayaan ulang tahun ISCS.

Menurutnya, kegiatan itu memberi pengalaman baru bagi peserta untuk mengenal sejarah kepanduan melalui koleksi dan dokumentasi yang dipamerkan.
Selain seminar, peserta juga berkesempatan melihat berbagai koleksi langka bertema kepanduan dari sejumlah kolektor yang datang dari Kalimantan Timur, Banten, Tangerang, Jakarta, dan daerah lainnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias berdiskusi mengenai sejarah kepanduan, pertukaran koleksi, hingga pentingnya pelestarian memorabilia Pramuka bagi generasi mendatang.
Melalui kegiatan tersebut, ISCS berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari sejarah kepanduan sekaligus ikut menjaga warisan nilai dan dokumentasi gerakan Pramuka di Indonesia. (AncuMas)
