ghia

Ditempa Pramuka Garuda, Ghia Raih Puteri Kebaya Indonesia 2026 dan Siap Kibarkan Merah Putih di Malaysia

Warta

SURABAYA – Disiplin, tangguh, dan cinta budaya. Tiga nilai itu menjadi bekal Ghifara Denok Prameswari (13), siswi SMP Negeri 3 Surabaya, hingga sukses menyandang gelar Puteri Kebaya Indonesia 2026. Menariknya, remaja yang akrab disapa Ghia tersebut juga merupakan Pramuka Garuda, predikat tertinggi dalam Gerakan Pramuka bagi peserta didik.

Keberhasilannya meraih mahkota Puteri Kebaya Indonesia sekaligus membuka jalan baginya untuk mewakili Indonesia pada ajang internasional yang akan digelar di Malaysia.

Ghia mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari doa, kerja keras, serta dukungan penuh kedua orang tuanya. “Menjadi Puteri Kebaya Indonesia adalah impian saya. Alhamdulillah, Allah SWT mengabulkannya. Saya juga sangat berterima kasih kepada kedua orang tua yang selalu mendampingi setiap proses yang saya jalani,” ujarnya.

ghia1
Ghifara Denok Prameswari saat bersama Kak Armudji Ketua Kwartir Cabang Kota Surabaya. (Dok.Pribadi)

Perjalanan Ghia di dunia kepramukaan dimulai sejak kelas III sekolah dasar. Dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, ia terus mengembangkan kemampuan hingga berhasil memenuhi seluruh persyaratan untuk meraih predikat Pramuka Garuda, mulai dari penyelesaian SKU, SKK, hingga mengikuti penilaian di Kwartir Cabang Surabaya.

Prestasi itu mengantarkannya menjadi Pramuka Garuda Siaga yang menerima penyematan medali langsung dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Upacara Hari Pramuka di Balai Kota Surabaya. Semangatnya tak berhenti di sana. Ghia kembali menorehkan prestasi sebagai Pramuka Garuda Penggalang yang dikukuhkan pada kegiatan Pramuka Garuda MURI di Stadion Gelora Bung Tomo.

Bekal karakter yang diperoleh dari Pramuka diakuinya menjadi modal besar saat mengikuti ajang Puteri Kebaya Indonesia 2026 yang berlangsung di Sleman, Yogyakarta, pada 2–4 Juli 2026.

ghia2
Ghia saat membasuh kaki Ibunya sebagai bakti kebapa orang tua saat kegiatan pemecahan rekor Muri dan pengukuhan Pramuka Garuda. (Dok.AncuMas)

“Tri Satya dan Dasa Dharma mengajarkan saya disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kasih sayang, keberanian, hingga menghormati orang tua. Nilai-nilai itu sangat membantu selama mengikuti kompetisi,” katanya. Meski aktif mengikuti berbagai kegiatan, Ghia tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Ia mengatur waktu dengan mempelajari materi pageant pada malam hari dan akhir pekan agar tidak mengganggu aktivitas belajar di sekolah.

Di balik keberhasilannya, Ghia mengaku tantangan terbesar justru datang dari dirinya sendiri, yakni melawan rasa malas. Selain itu, biaya mengikuti kompetisi juga menjadi perjuangan tersendiri bagi keluarganya. Kedua orang tuanya, Lilik Anani, S.Pd dan Sulastio, S.Pd.Gr, yang sama-sama berprofesi sebagai guru, terus memberikan dukungan agar putrinya mampu meraih cita-cita.

Bagi Ghia, kebaya tidak sekadar pakaian tradisional, melainkan identitas bangsa yang harus terus dijaga. Karena itu, sebagai Puteri Kebaya Indonesia 2026, ia mengusung program advokasi WIDAYA (Wicara, Berdaya, dan Berbudaya) untuk mendorong generasi muda, khususnya perempuan, agar berani menyampaikan gagasan, mandiri, sekaligus tetap mencintai budaya Indonesia.

ghiz3
Kedua orang Ghia selalu mendampingi dan mensuport aktivitas Ghia kemana saja hingga lomba tingkat nasional. (Dok.Pribadi)

“Saya percaya remaja yang berani berbicara adalah remaja yang berdaya dan akan selalu berbudaya,” tuturnya. Menurut Ghia, semangat Pramuka dan pelestarian budaya merupakan dua hal yang saling melengkapi. Nilai cinta tanah air yang tertanam dalam Tri Satya dan Dasa Dharma dapat diwujudkan melalui upaya mengenalkan dan melestarikan budaya Indonesia kepada generasi muda.

Kini, Ghia bersiap mengemban misi yang lebih besar, yakni membawa nama Indonesia pada ajang Puteri Kebaya tingkat internasional di Malaysia. Ia berharap dapat menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi duta budaya bangsa di kancah dunia.

Menutup wawancara, Ghia membagikan pesan kepada seluruh anggota Pramuka di Indonesia.
“Beranilah bermimpi. Dari mana pun asalmu, terbanglah tinggi seperti Garuda. Dengan semangat Tri Satya dan Dasa Dharma, mimpi bisa menjadi prestasi, dan prestasi akan menjadi inspirasi bagi banyak orang,” pesannya. Ia pun menegaskan prinsip hidup yang selalu dipegangnya, “Gapai mimpi dengan restu orang tuamu, karena di sanalah ridho Ilahi.” (AncuMas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *