SURABAYA — Suasana khidmat menyelimuti halaman tengah Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Surabaya, Kamis (13/8/2026) malam. Tepat sehari sebelum Hari Pramuka ke-65, keluarga besar Pramuka Surabaya menggelar upacara Ulang Janji sebagai momentum untuk kembali meneguhkan semangat pengabdian dan menghayati nilai-nilai Tri Satya serta Dasa Darma Pramuka.
Momentum tersebut juga dirangkai dengan pelantikan empat pelatih tingkat dasar. Mereka adalah Kak Budi Setiawan untuk golongan Penggalang, Kak Abdul Ghofar untuk golongan Siaga, Kak Moh. Nur Shodiq untuk golongan Penggalang, serta Kak Rita Erwiyah untuk golongan Siaga.

Tak hanya pelantikan, malam Ulang Janji juga menjadi ajang penghargaan bagi para anggota Pramuka yang telah menunjukkan konsistensi dalam pengabdian. Sejumlah penerima penghargaan Pancawarsa dari Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur dianugerahi tanda penghargaan mulai Pancawarsa I hingga Pancawarsa VII.
Kegiatan ulang janji menjadi refleksi dan perenungan serta penghayatan makna Dasa Darma. Dalam suasana hening, para peserta diajak kembali melihat sejauh mana nilai-nilai kepramukaan telah diwujudkan dalam kehidupan dan pengabdian sehari-hari.

Bagi Kwarcab Surabaya, Ulang Janji tahun ini memiliki makna lebih istimewa. Kegiatan tersebut menjadi penampilan perdana Kak Siti Mariyam sebagai Ketua Kwarcab Surabaya terpilih masa bakti 2026–2031 setelah Musyawarah Cabang (Muscab) 2026.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kak Siti Mariyam mengajak seluruh jajaran Pramuka Surabaya menyatukan langkah dan memperkuat ikhtiar untuk mewujudkan cita-cita besar organisasi.

Salah satu target yang ingin diperjuangkan bersama adalah terwujudnya sanggar di setiap Kwartir Ranting (Kwaran) serta Bumi Perkemahan yang dapat menjadi ruang pembinaan dan pengembangan generasi muda.
“Saya tidak berjanji, tetapi saya mengajak kita semua untuk berjuang bersama. Kita ikhtiar dan berdoa agar keinginan dan cita-cita besar ini bisa terwujud,” pesan Kak Siti Mariyam.
Ia juga menegaskan bahwa jabatan dalam organisasi bukanlah tujuan akhir. Jabatan, menurutnya, hanyalah simbol yang menjadi alat untuk menjalankan pengabdian kepada Gerakan Pramuka dan masyarakat. “Jabatan yang kita emban hanyalah simbol sebagai alat untuk pengabdian,” tegasnya.

Semangat tersebut menjadi penting karena Gerakan Pramuka bukan sekadar organisasi, melainkan wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian generasi muda.
Upacara Ulang Janji dihadiri jajaran pimpinan dan pengurus Kwarcab Surabaya, para Andalan demisioner, Dewan Kerja Cabang (DKC), pimpinan Satuan Karya (Saka), pembina, pelatih, serta seluruh Ketua Kwartir Ranting se-Kota Surabaya.
Malam Ulang Janji pun menjadi jembatan menuju peringatan Hari Pramuka ke-65 yang jatuh pada 14 Agustus 2026. Di usia 65 tahun, semangat pengabdian Pramuka Surabaya diteguhkan kembali: bergerak bersama, berikhtiar, dan mengabdi untuk melahirkan generasi muda yang tangguh dan berkarakter. (Sutejo Rc)
