SURABAYA – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Surabaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sebagai langkah strategis menyelaraskan program kerja tahun 2026. Kegiatan ini menjadi forum penting bagi para pengurus Kwarcab, Kwaran, dan unsur terkait untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta memastikan program kepramukaan berjalan terarah dan berdampak luas.
Rakor yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Kamis (22/1/2026), membahas sejumlah agenda krusial, mulai dari kebijakan nasional hingga rencana kegiatan tahunan yang telah disusun secara sistematis. Program-program tersebut mencakup pembinaan peserta didik dari tingkat Siaga hingga Pandega, penguatan gugus depan, serta peningkatan kapasitas pembina Pramuka.
Dalam sambutannya, Kak Mariyam menekankan pentingnya memahami dan menindaklanjuti kebijakan terbaru pemerintah, khususnya Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang mengatur pelaksanaan ekstrakurikuler Pramuka di satuan pendidikan. Menurutnya, regulasi ini menjadi pijakan utama agar kegiatan Pramuka di sekolah berjalan selaras dengan arah kebijakan nasional.

Kak Mariyam juga menyampaikan sejumlah program utama Kwarcab Surabaya, di antaranya pembagian SK Kwartir Ranting, pelaksanaan dan dukungan terhadap Jambore Nasional, serta rencana pemecahan Rekor MURI Pramuka Garuda. Program ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi peserta didik sekaligus mengangkat citra Pramuka Surabaya di tingkat nasional.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka bersifat wajib sebagai bentuk tertib administrasi dan identitas resmi anggota Gerakan Pramuka. Selain itu, pembina Pramuka diwajibkan lulus Kursus Mahir Dasar (KMD) dan memiliki Surat Hak Bina sebagai standar mutu pembinaan.
Menanggapi masih banyaknya pembina yang belum menempuh KMD, Kak Mariyam menegaskan bahwa kebijakan Kwarcab bukan untuk memutus atau melarang pembina aktif. “Bukan dilarang, tapi justru didorong untuk segera mengikuti KMD agar standar pembinaan Pramuka tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Kak Sholihin, selaku Sekretaris Kwarcab Surabaya, memaparkan program kegiatan tahun 2026 sebagaimana tertuang dalam matriks perencanaan. Program tersebut meliputi kegiatan Binamuda, Binawasa, pembinaan Pramuka Garuda, kegiatan humas, hingga penguatan gugus depan yang dilaksanakan sepanjang tahun secara bertahap dan terukur.

Ia menambahkan bahwa perencanaan program disusun dengan mempertimbangkan kalender pendidikan, kesiapan sumber daya, serta kebutuhan peserta didik. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan setiap kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberi nilai tambah bagi pembinaan karakter generasi muda.
Pada kesempatan yang sama, Kak Mulyono, Kapusdiklatcab Kwarcab Surabaya, memaparkan secara rinci proses dan persyaratan pencapaian Pramuka Garuda. Ia menjelaskan bahwa Pramuka Garuda bukan sekadar simbol prestasi, tetapi representasi dari karakter unggul, kemandirian, dan keteladanan.
Menurut Kak Mulyono, proses menuju Pramuka Garuda harus melalui tahapan pembinaan yang konsisten, pemenuhan SKU, SKK, serta penilaian yang objektif dan transparan. Peran pembina dan gugus depan menjadi kunci utama dalam mengawal proses tersebut.

Rakor ini juga menjadi ajang diskusi dan penyampaian masukan dari peserta, khususnya terkait tantangan di lapangan. Mulai dari keterbatasan pembina bersertifikat, dinamika kegiatan di sekolah, hingga upaya meningkatkan partisipasi peserta didik dalam kegiatan kepramukaan.
Dengan terselenggaranya Rapat Koordinasi ini, Kwarcab Surabaya berharap seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama terhadap arah kebijakan dan program kerja ke depan. Sinergi antara Kwarcab, Kwaran, gugus depan, dan satuan pendidikan dinilai menjadi kunci keberhasilan pembinaan Pramuka.
Rakor Kwarcab Surabaya 2026 menegaskan komitmen Gerakan Pramuka untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan. Melalui program yang terencana dan pembinaan yang berkualitas, Pramuka Surabaya optimistis dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan berjiwa kebangsaan. (AncuMas)
