SURABAYA — Peserta Raimuna Cabang (Raicab) Surabaya 2025 menjalani hari penuh makna pada Kamis, 24 Oktober 2025, melalui kegiatan Giat Wisata yang membawa mereka menelusuri jejak sejarah dan nilai-nilai kepahlawanan di Kota Pahlawan. Kegiatan ini diikuti para Pinkon, pendamping, serta peserta Raimuna dengan penuh antusiasme dan semangat kebersamaan.
Perjalanan berlanjut menuju Makam Sawunggaling di kawasan Wiyung, Surabaya. Di lokasi ini, suasana menjadi khidmat ketika para peserta mendengarkan kisah heroik tokoh legendaris Surabaya tersebut. Tak jauh dari makam, rombongan juga menyempatkan diri singgah di Monumen Ayam Jago, simbol keberanian dan keteguhan Sawunggaling dalam melawan penjajahan serta mempertahankan harga diri rakyat Surabaya.
Koordinator Bidang Kebudayaan Raimuna Cabang Surabaya 2025, Kak Sukariyo, menuturkan bahwa kunjungan ini bukan sekadar wisata, tetapi juga sarana pembelajaran karakter dan kebangsaan.

“Sawunggaling adalah sosok yang gagah berani, setia pada tanah kelahirannya, dan rela berkorban demi rakyat. Nilai-nilai inilah yang harus diteladani oleh adik-adik Pramuka,” ujarnya dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Kak Sukariyo menjelaskan bahwa Sawunggaling dikenal sebagai tokoh legendaris yang hidup pada masa kekuasaan Mataram dan dikenal karena keberaniannya menentang ketidakadilan. Ia menjadi simbol perlawanan rakyat Surabaya terhadap penindasan dan ketamakan penguasa.
Giat Wisata ini menjadi momen refleksi bagi para peserta Raimuna untuk memahami bahwa semangat kepramukaan sejatinya sejalan dengan nilai kepahlawanan lokal. Melalui kegiatan ini, para Pramuka Surabaya tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga diajak untuk menanamkan semangat perjuangan dan kecintaan terhadap budaya serta tanah air.

Dengan wajah ceria dan hati yang penuh inspirasi, para peserta pun menutup perjalanan Giat Wisata ini dengan semangat baru siap menjadi generasi penerus yang berkarakter, berbudaya, dan berjiwa patriot seperti halnya Sawunggaling, pahlawan rakyat Surabaya yang tak lekang oleh zaman.
Kunjungann terakhir di Taman Jeruk, salah satu destinasi taman yang menyuguhkan keindahan alam dipadu dengan konsep pertanian terpadu dengan peternakan. (AncuMas)
