SURABAYA — Suasana di lapangan Raimuna Cabang Surabaya terasa berbeda. Sorak semangat para peserta mewarnai kegiatan Jelajah Satuan Karya (Saka), sebuah agenda eksploratif yang memperkenalkan berbagai Satuan Karya Pramuka serta kiprahnya bagi Penegak dan Pandega.
Kegiatan yang terbagi dalam dua sesi, sesi pertama pukul 13.00–15.00 (24/10/2025) WIB dan sesi kedua pukul 08.00–11.00 WIB (25/10/2025), menjadi ajang interaktif antara peserta Raimuna dengan para anggota Saka di Kota Surabaya.

Tujuannya, menurut panitia sie kunjungan Saka, Kak Alfito Afif Putra Setiawan, adalah untuk menumbuhkan minat dan memperluas wawasan tentang peran Saka dalam dunia kepramukaan maupun kehidupan sosial.
“Kita ingin menarik anak-anak yang belum ikut Saka agar bergabung, sekaligus mengajak para Penegak mendalami Saka-Saka yang ada di Surabaya supaya wawasannya semakin luas,” tambah Kak Zerlina Farah Ramadhani yang juga sie kunjungan saka.
Beberapa Satuan Karya yang berpartisipasi di antaranya Saka SAR, Saka Widya Budaya Bhakti, dan Saka Dirgantara, dan Saka Bakti Husada, sementara Saka lain berhalangan hadir.

Masing-masing menampilkan program unggulan dan kontribusi mereka bagi masyarakat, mulai dari penanganan kebencanaan, pelestarian budaya, hingga pengenalan dunia penerbangan, serta seputar kesehatan.
Memang patut disayangkan beberapa Saka yang tidak berpartisipasi, dari 16 Satuan Karya yang ada hanya 25% yang ikut. “Padahal rata rata mereka keluhanya anggotanya minim, tetapi ketika ada peluang untuk sosialisasi malah tidak dimanfaatkan maksimal,” ujar Kak Sutejo andalan bidang humas Kwarcab Surabaya.
Bagi sebagian peserta, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama yang berkesan. “Mumpung ada kesempatan ikut Raimuna, aku ingin tahu lebih banyak tentang Saka. Ini mungkin jadi awal dasar aku buat di sekolah nanti,” ujar Januarta Haniyono Pratama dari pangkalan SMA Negeri 22 Surabaya, dengan antusias.
Di akhir kegiatan, panitia berpesan agar para peserta tak ragu mengambil peluang yang datang. “Jangan jangan sia-siakan kesempatan. Anak Pramuka harus berani mencoba, termasuk untuk bergabung di Saka,” saran Alfito.

Kegiatan Jelajah Satuan Karya ini membuktikan bahwa Saka bukan sekadar wadah keterampilan, tetapi juga ruang sinergi dan kepedulian untuk negeri, dari lokasi Raicab 2025, semangat mengabdi itu terus menyala. (Fakih-Novi/Unitomo)
