SURABAYA – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya terus menunjukkan keseriusannya dalam membina generasi muda melalui program Pramuka Garuda Tahun 2026. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan pemaparan syarat dan mekanisme penilaian Pramuka Garuda yang dirangkai dengan penyampaian program strategis, termasuk rencana pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Sebagaimana disampaikan Kak Mulyono Kapusdiklatcab di hadapan Ketua Kwartir Ranting se Surabaya di Aula Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Kamis 22 Januari 2026, Pramuka Garuda merupakan tingkatan penghargaan tertinggi bagi anggota muda Gerakan Pramuka, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega. Penghargaan ini diberikan kepada peserta didik yang telah menunjukkan capaian unggul dalam kecakapan, keterampilan, serta pembentukan karakter paripurna, sebagaimana diatur dalam SK Kwartir Nasional.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa proses pengajuan Pramuka Garuda dilaksanakan secara bertahap, terukur, dan transparan. Tahap pertama dimulai dari Gugus Depan dengan pengajuan Surat Keputusan (SK) Tim Penilai ke Kwarcab Surabaya. Tim penilai dibentuk melalui mekanisme rapat resmi dan melibatkan unsur pimpinan gugus depan, pembina satuan, orang tua, hingga tokoh masyarakat.

Setelah SK Tim Penilai diterbitkan Kwarcab, penilaian dapat dilaksanakan di Gugus Depan dengan mengacu pada Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Pramuka Garuda poin 1–6. Seluruh proses penilaian wajib didampingi Pelatih Konsultan, guna menjamin mutu, objektivitas, dan kesesuaian standar nasional.
Usai penilaian, Tim Penilai melaksanakan Rapat Pleno Kelulusan Pramuka Garuda, yang menghasilkan berita acara, dokumentasi kegiatan, serta daftar hadir tim penilai dan peserta. Seluruh berkas kemudian diajukan ke Kwarcab Surabaya sebagai dasar penerbitan SK Pramuka Garuda.
Kwarcab Surabaya menegaskan pentingnya ketertiban administrasi dalam setiap tahapan. Seluruh berkas peserta yang telah ditetapkan dalam SK Pramuka Garuda akan disimpan melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kwarcab Surabaya. Adapun piagam dan SK petikan akan diserahkan secara resmi pada Upacara Pengukuhan dan Pelantikan Pramuka Garuda yang direncanakan berlangsung pada 2 Mei 2026, bersamaan dengan pencatatan rekor MURI.
Sejumlah batas waktu juga menjadi perhatian Gugus Depan, mulai dari pengajuan SK Tim Penilai, verifikasi berkas, hingga pengajuan pengukuhan dan pelantikan, agar seluruh rangkaian program Pramuka Garuda Tahun 2026 dapat diselesaikan tepat waktu.

Menariknya, menurut Kak Mulyono, pemaparan teknis Pramuka Garuda ini dikaitkan langsung dengan program pemecahan Rekor MURI. “Pogram Pramuka Garuda tahun 2026 tidak hanya menitikberatkan pada capaian individu peserta didik, tetapi juga diarahkan sebagai gerakan masif dan inspiratif yang mampu mencetak sejarah baru,” paparnya.
Melalui peningkatan jumlah Pramuka Garuda yang berkualitas dan terstandar, Surabaya diharapkan mampu berkontribusi dalam pencapaian rekor MURI Pramuka Garuda, khususnya pada kategori Pramuka Garuda terbanyak dan terverifikasi secara nasional.
“Pramuka Garuda bukan sekadar simbol prestasi, tetapi wujud keberhasilan pembinaan karakter. Jika dilaksanakan dengan disiplin dan standar yang sama, Surabaya siap menjadi bagian dari sejarah nasional,” tegas Kak Mulyono.

Melalui sinergi antara Gugus Depan, Kwarcab, pelatih konsultan, serta dukungan penuh Pusdiklatcab, Kwarcab Surabaya optimistis program Pramuka Garuda 2026 akan berjalan sukses. Tidak hanya menghasilkan Pramuka Garuda yang unggul secara personal, tetapi juga membawa nama baik Gerakan Pramuka Surabaya di tingkat nasional melalui program pemecahan Rekor MURI.
Dengan semangat kebersamaan dan pembinaan yang berkelanjutan, Pramuka Garuda diharapkan benar-benar menjadi teladan karakter, kecakapan, dan pengabdian bagi masyarakat. (AncuMas)
