SURABAYA – Hasil supervisi Tim Kwartir Daerah Jawa Timur mengakui bahwa Kwartir Cabang Surabaya memiliki penyiapan dokumen dan tata kelola administrasi yang cepat, terstruktur, dan responsif. Meski demikian, sejumlah penguatan disarankan, terutama penyamaan sistem folder sesuai bidang, penomoran dokumen agar mudah ditelusuri, serta sinkronisasi berkas cetak maupun digital untuk memastikan kerapian arsip jangka panjang.
“Yang kita lihat bukan kekurangan, tetapi potensi yang perlu ditata agar organisasi semakin solid dan efektif. Surabaya sudah sangat siap ke arah penguatan ini,” tegas evaluator supervisi, Dr. Rachman W, S.Psi, M.Psi, Psikolog.
Kegiatan supervisi ini berlangsung Kamis, 6 November 2025, dipimpin Dr. A Basuki Babussalam, S.H., M.H. dan diterima langsung oleh Ketua Harian Kwarcab Surabaya Kak Siti Mariyam bersama jajaran pengurus diantaranya Kak Sudarminto Ketua LPK, Kak Daeng Waka Orgakum, Kak Bambang Wiyono Waka Binawasa, Kak Rudi Wira Waka Bidang Saka, Kak Mulyono Kapusdiklatcab, di jajaran Sekretaris hadir lengkap Kak Sholihin, Kak Sri Muryani, kak Mitho serta para Andalan Cabang dan staf Kwarcab.

Dalam sambutanya Kak Siti Maryam menegaskan, bahwa Gerakan Pramuka adalah ruang pendidikan karakter bagi generasi muda. “Pramuka ini tempat menimba dan menggembleng. Surabaya akan selalu menjadi ruang tumbuh, ruang belajar, dan ruang pengabdian bagi generasi muda” ucapnya.
Surabaya juga kembali menegaskan posisinya sebagai Rumah Besar Pramuka, terbukti ketika Kwarcab pernah menampung kontingen dari Sulawesi Tenggara yang bersandar di Surabaya selama tiga hari saat mengalami kendala keberangkatan kapal. “Kwarcab ini bukan hanya kantor. Ini Rumah Pramuka. Siapa yang datang, kita terima sebagai saudara,” lanjutnya.
Pimpinan Tim Supervisi, Dr. Basuki Babussalam, menyampaikan apresiasi mendalam atas kesiapan Surabaya dalam pelayanan, fasilitas, dan kekuatan SDM. “Surabaya lengkap, bukan hanya fasilitasnya, tetapi semangat pengurusnya. Saya bangga, saya pun belajar banyak dari Surabaya,” ujar mantan anggota DKC Surabaya tahun 1992 – 1995.

Basuki yang juga pernah menjabat sekretaris DKD menambahkan bahwa supervisi ini juga menjadi modal penting menuju Musda Kwarda Jatim tahun 2025, agar perencanaan dan pelaksanaan program semakin terarah dan saling menguatkan.
Sebelum supervisi dimulai Basuki juga memperkenalkan anggota tim yang dipimpinya dari Kwarda Jatim yaitu Adie Kurniawan, S.E, M.M (Benhara), Dr. Rachman W. S.Psi, M.Psi, Psikolog, (Andalan bidang evaluasi dan pengembangan), Eka Dharma Efendi, S.H, M.H. (Andalan bidang Orgakum), Annisa Nur Hamidah, S.P (Staf Kesekretariaran) dan Tri Yunita Chintia Wanti (Dewan Kerja Daerah).

Kunjungan ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat gugus depan, memudahkan proses Pramuka Garuda, memperluas karya bakti Penegak dan Pandega, serta menghidupkan kampanye kebaikan Gerakan Pramuka di ruang publik.
“Yang kita bangun bukan hanya kegiatan. Kita membangun karakter dan itu pekerjaan jangka panjang. Surabaya siap menjadi teladan,” tutup Kak Basuki. (AncuMas)
