28 warta 1

Pelatih Pramuka Surabaya Raih Juara 3 Anugerah Guru Prima Jatim 2025, Wujud Dedikasi dan Inovasi dalam Dunia Pendidikan

Warta

SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan insan pendidikan Kota Surabaya. Sri Wahyuni, S.Pd., Gr., guru sekaligus pelatih Pramuka dari SMP Negeri 25 Surabaya, berhasil meraih Juara 3 Anugerah Guru Prima Tingkat Jawa Timur 2025. Keberhasilannya ini menambah daftar panjang kiprah pendidik Surabaya di kancah provinsi.

Dikenal aktif dalam kegiatan kepramukaan dan inovatif di ruang kelas, Sri Wahyuni menampilkan karya unggulan berjudul SAKURA (Sains Kreatif Ramah Alam) yang terintegrasi dengan Project Based Learning (PJBL) mendalam dan gamifikasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan literasi sains siswa dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Motivasi saya mengikuti lomba ini adalah untuk terus meningkatkan kemampuan sebagai pendidik yang selaras dengan perkembangan zaman, sekaligus memberi aksi nyata yang berdampak pada pembentukan karakter generasi muda,” ujar Sri Wahyuni usai menerima penghargaan.

28 warta 1
Sri Wahyuni saat usai menerima penghargaan. (Dok Pribadi)

Dalam lomba yang diikuti guru-guru berprestasi se-Jawa Timur ini, untuk katagori guru SMP, Subandiyantoro asal Kota Kediri berhasil menyabet Juara 1, disusul Juara 2 Shafila Safinaz, S.Pd, dari Kabupaten Blitar, dan Kota Surabaya menempati posisi ke 3 melalui Sri Wahyuni.

Guru berparas lembut namun bersemangat tinggi ini mengaku tantangan terberat selama persiapan lomba adalah menyusun dokumen pendukung yang komprehensif dan sesuai standar penilaian provinsi. Namun, dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilannya.

“Saya berterima kasih kepada Kepala Sekolah SMPN 25 Surabaya, Bapak Husaini Effendi, serta seluruh siswa yang telah menjadi inspirasi sekaligus rekan belajar saya,” ungkapnya.

28 warta 2
Foto bersama para juara Anugrah Guru Prima Jatim 2025, katagori guru SMP. (Foto: Dok. Pribadi)

Bagi Sri Wahyuni, kemenangan ini memiliki makna mendalam. “Ini bukan sekadar penghargaan, tapi validasi bahwa dedikasi dan metode pengajaran saya efektif. Keberhasulan ini menumbuhkan rasa percaya diri, memberi kepuasan atas passion saya, dan menjadi motivasi untuk terus belajar serta berinovasi,” tuturnya dengan penuh semangat.

Sri Wahyuni berpesan kepada seluruh rekan guru di Surabaya dan Jawa Timur agar tidak mudah menyerah serta terus bersemangat untuk belajar dan berbagi demi kemajuan pendidikan.

Prestasi Sri Wahyuni menjadi bukti bahwa semangat inovatif dan jiwa Pramuka yang pantang menyerah mampu melahirkan pendidik unggul dan inspiratif di tengah arus perubahan zaman. (AncuMas)

28 warta 3
Sri Wahyuni bersama, Para undangan dari PGRI Surabaya. (Dok. Pribadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *