25 warta 3

KML Gunungsari 444 Kwarcab Surabaya Resmi Dimulai, Siap Cetak Pembina Pramuka Berkualitas

Warta

SURABAYA – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembina melalui Kursus Mahir Lanjutan (KML). Kegiatan yang diikuti 39 peserta, berlangsung selama dua tahap, yakni pada 10–12 Oktober dan 17–19 Oktober 2025, di Pusdiklatcab Gunungsari Surabaya dan Buper di kawasan Pacet Mojokerto.

Kursus dibuka secara resmi Kak Bambang Wiyono, Waka Binawasa Kwarcab Surabaya, yang menekankan pentingnya peran pembina dalam mencetak generasi muda berkarakter tangguh, disiplin, dan berjiwa kepemimpinan.

“Pembina bukan sekadar pengajar, tapi teladan yang menyalakan semangat dan nilai-nilai kepramukaan di setiap gugus depan,” ujar Kak Bambang dalam sambutannya.

Hadir dalam pembukaan Kak Sudarminto Ketua LPK, Kak Rudi Wira Waka Bidang Saka, Kak Mulyono Kapusdiklatcab. kak Sholihin Sekretaris Kwarcab Surabaya.

25 warta 1
Kak Bambang Wiyono saat memberikan sambutan dalam Pembukaan KML 444 di aula Kwarcab Surabaya. (Foto: Dok. Kwarcab Surabaya)

Kak Halim selaku Pimpinan Kursus, juga menekankan untuk para peserta agar selalu memgikuti kegiatan dengan disiplin tinggi tetapi hati tetap gembira. “Serta yang tidak kalah penting harus selalu menjaga kesehatan apalagi saat mengikuti kegiatan lapangan,” ujarnya.

Kegiatan KML diawali dengan registrasi peserta, orientasi kursus, dan pengenalan model administrasi. Setelah itu, peserta mengikuti Gladi Bersih Upacara dan Upacara Pembukaan sebagai tanda dimulainya kegiatan.

Hari pertama diisi dengan materi Fundamental Gerakan Pramuka, Dinamika Kelompok, serta Problematika dan Dinamika Pembina Pramuka S, G, T. Peserta kemudian dilatih menyusun Program Gugus Depan dan merancang Perencanaan Kegiatan Pramuka.

25 warta 2
Kak Halim Pinsus menerima Bendera Gunungsari dari Kak Mukyono Kapudiklatcab sebagai simbol dimulainya KML 444. (Foto : Dok. Kwarcab Surabaya)

Memasuki hari kedua, peserta mendapat pembekalan tentang Strategi Pengelolaan Gugus Depan serta Organisasi dan Administrasi Dewan Satuan. Materi ini menekankan bagaimana pembina bisa menjadi manajer kegiatan di gugus depannya secara efektif dan progresif.

Sesi Ragam Pertemuan dan Keterampilan Pramuka S, G, T membuat suasana semakin hidup, karena peserta langsung mempraktikkan berbagai bentuk kegiatan kepramukaan yang kreatif. Tak kalah menarik, mereka juga dilatih menyusun Strategi Pencapaian SKU, SKK, dan SPG sebagai tolok ukur keberhasilan pembinaan di gugus depan.

Pada tahap kedua, peserta KML melakukan pengembaraan menuju perkemahan di kawasan Pacet Mojokerto. Dalam kegiatan lapangan ini, mereka menjalani praktek keterampilan tapak perkemahan, praktek membina secara perorangan, dan manajemen risiko dalam pembinaan Pramuka.

Suasana penuh semangat juga harus ditunjukan saat peserta diajak merancang konsep dan melaksanakan Api Unggun, sebuah tradisi yang menjadi puncak kebersamaan dan refleksi nilai-nilai Pramuka.

25 warta 3
Seusai upacara pembukaan peserta dan pimpinan Kwarcab Surabaya yang hadir menyempatkan untuk foto bersama. (Foto: Dok. Kwarcab Surabaya)

Rangkaian KML nantinya ditutup dengan Gladi Upacara Penutup dan Open Forum, di mana para peserta menyampaikan hasil refleksi, pengalaman, dan rencana tindak lanjut (RTL) untuk diterapkan di gugus depan masing-masing.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta diharapkan menjadi pembina Pramuka yang lebih profesional, inspiratif, dan produktif, siap menggerakkan kegiatan kepramukaan yang dinamis di wilayah Surabaya.

Melalui Kursus Mahir Lanjutan ini, Kwarcab Surabaya tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan, tetapi juga menanamkan semangat pengabdian. Seperti semboyan yang terus digaungkan,

Kak Mulyono Kapusdiklatcab Surabaya berharap, dari Gunungsari 444 lahir Pembina Pramuka yang tangguh, cerdas, dan berkarakter. (AncuMas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *