SURABAYA – Semangat belajar sejarah dan budaya diwujudkan melalui kegiatan berbeda oleh Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) Surabaya. Melalui konsep walking tour, 81 anggota baru sebagai peserta Diklat diajak menapaki langsung jejak sejarah di kawasan Kota Pahlawan Surabaya pada Minggu, 5 April 2026.
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan titik kumpul di kawasan pertemuan Jalan Rajawali dan Jembatan Merah, yang berada di kawasan Kota Lama Surabaya, Kecamatan Krembangan. Para peserta hadir dengan mengenakan seragam Pramuka lengkap sebagai simbol kedisiplinan dan identitas Gerakan Pramuka.
Kegiatan diawali dengan berkumpul dan apel pembukaan, sebelum peserta memulai perjalanan menyusuri sejumlah situs sejarah penting di Kota Pahlawan. Konsep berjalan kaki dipilih agar peserta dapat merasakan langsung suasana kawasan bersejarah sekaligus memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di setiap lokasi yang dikunjungi.

Rute perjalanan dimulai dari kawasan Kota Lama menuju Tugu Pahlawan, salah satu ikon perjuangan rakyat Surabaya. Di lokasi ini peserta mendapatkan materi sejarah singkat sekaligus melakukan sesi foto bersama.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Gedung Nasional Indonesia Surabaya yang dahulu menjadi pusat aktivitas pergerakan nasional. Di tempat tersebut peserta kembali mendapatkan pemaparan mengenai peran gedung dalam perjalanan sejarah bangsa.
Selanjutnya rombongan bergerak menuju Rumah Lahir Bung Karno, yang menjadi salah satu situs penting terkait tokoh proklamator Indonesia. Dari sana perjalanan dilanjutkan ke Sumur Jobong, lokasi yang menyimpan kisah sejarah perjuangan masa lalu.

Rute berikutnya membawa peserta menuju Rumah H.O.S. Tjokroaminoto, tempat yang dikenal sebagai “rumah ide” bagi banyak tokoh pergerakan nasional. Di lokasi tersebut peserta kembali menerima materi sejarah dan melakukan dokumentasi bersama.
Setelah menelusuri sejumlah titik bersejarah tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju Balai Pemuda Surabaya sebagai titik akhir kegiatan. Di tempat inilah peserta mengikuti sesi materi akhir dan eksplorasi.
Kegiatan Diklat SWBB ini didampingi langsung para pimpinan dan pengurus Saka Widya Budaya Bakti Surabaya, di antaranya Kak Satrio, Kak Halim, Kak Sri Wahyuni, Kak Ida, Kak Ani, Kak Evie, Kak Dani Puspa, Kak Dani Yudha serta Dewan Saka yang turut membimbing dan mengarahkan peserta sepanjang perjalanan.
Dalam amanat penutup yang disampaikan Kak Satrio selaku Pimpinan Saka di Balai Pemuda Surabaya, sebagai titik finish kegiatan, para peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara resmi disambut dan dinyatakan bergabung dalam Saka Widya Budaya Bakti.
Pada kesempatan tersebut Kak Satrio juga menyampaikan bahwa sesuai dengan namanya, Saka Widya Budaya Bakti memiliki kegiatan yang mengacu pada krida-krida yang berkaitan dengan pengetahuan pendidikan budaya dan sejarah. Oleh karena itu, kegiatan pengenalan situs-situs bersejarah dan budaya di Surabaya menjadi salah satu bentuk nyata pembelajaran lapangan bagi para anggota.

“Melalui kegiatan walking tour ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan sejarah secara teori, tetapi juga merasakan langsung atmosfer tempat-tempat yang memiliki nilai perjuangan dan budaya tinggi di Kota Surabaya,” papar Kak Satrio
.Dengan langkah kaki yang menyusuri jejak masa lalu, para anggota muda Pramuka diharapkan semakin memahami sejarah kotanya sekaligus menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab untuk menjaga serta melestarikan warisan budaya bangsa. (AncuMas)
