GORONTALO – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur secara resmi menugaskan kontingen daerah untuk mengikuti Peran Saka Nasional Tahun 2025 yang dilaksanakan pada 1–9 November 2025 di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Limoto, Gorontalo.
Empat Pramuka dari Kwartir Cabang Surabaya turut ambil bagian sebagai peserta perwakilan Jawa Timur, yaitu.2 dari Saka Widya Budaya Bakti Geo Alfryo Windarko dan Berlian Nur Regita Hanafi, serta dari Saka Bhayangkara Nur Laila Ananda dan Muhammad Riski Ridwan, bersama 12 peserta dari Kabupaten/Kota lain.
Berlian salah satu peserta menceritakan pengalaman dan kesan kesanya mengikuti kegiatan nasional, bahwa keikutsertaannya di Peran Saka Nasional berawal dari tekad untuk belajar, berkembang, dan membawa semangat baru bagi Saka di Surabaya.

“Saya ingin menambah pengalaman, memperluas wawasan, dan belajar tentang kerja sama antar Saka dari berbagai daerah. Saya juga ingin membawa semangat positif untuk Saka Widya Budaya Bakti di Surabaya,” ujar Berlian.
Lebih lanjug bercerita panjang lebar, sesampainya di lokasi kegiatan, suasana penuh persaudaraan antar peserta dari berbagai provinsi langsung meninggalkan kesan yang mendalam baginya.
“Suasana perkemahan begitu semangat dan penuh warna. Rasanya bangga bisa menjadi bagian dari keluarga besar Pramuka yang beragam namun tetap satu,” ujarnya.
Dari seluruh rangkaian kegiatan, Berlian menyebut Expo Anjungan Saka dan Malam Bhineka Tunggal Ika sebagai pengalaman paling berkesan. “Saya merasakan keberagaman, keluasan ilmu, dan semangat yang besar dari semua peserta. Malam Bhineka Tunggal Ika itu benar-benar membuat saya merasa menjadi bagian dari keluarga Pramuka Indonesia,” tutur Berlian.

Kontingen Jawa Timur turut menampilkan Seni Sandur dan Tari Kahyangan Api yang menjadi kebanggaan Bojonegoro, serta ikut memeriahkan Festival Kuliner dengan Nasi Rawon, Nasi Pecel, brem Madiun, dan keripik buah Malang.
Dalam kegiatan ini, Berlian dipercaya menjadi Pemimpin Sangga Putri Kontingen Jawa Timur, yang memberinya ruang belajar tentang kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Selain itu, hidup di perkemahan dengan cuaca ekstrem Gorontalo juga meninggalkan pesan tersendiri. “Kata orang Gorontalo, cuacanya cuma dua: panas dan panas sekali. Tapi justru dari situ saya belajar disiplin, tangguh, dan saling pengertian dalam tim,” ujarnya sambil tersenyum.

Setelah kembali ke Surabaya, Berlian berniat menularkan semangat kebersamaan dan nasionalisme kepada rekan-rekannya. “Saya ingin membuat kegiatan lintas Saka di tingkat kabupaten dan menanamkan rasa persatuan. Peran Saka harus menjadi tempat tumbuhnya jiwa Pramuka sejati,” tegasnya.
“Buat Pramuka lain yang akan mengikuti kegiatan Daerah atau Nasional, ikutilah dengan hati yang terbuka, jangan takut keluar dari zona nyaman, setiap tantangan akan membawa pelajaran dan sahabat baru,” pesanya di akhir pembicaraan. (AncuMas)
